Powered by Blogger.

Friday, July 6, 2018

Tag:

Bupati Sumba Barat Terima Consulat Jenderal RDTL

 Wee Kerou, 6 Juli 2018, Humaspro Sumba Barat.

Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole menerima kunjungan silaturahim Consuler Republik Demokratik Timor Leste untuk NTT di Kupang bertempat di Ruang Tamu Bupati Sumba Barat di Kantor Bupati Sumba Barat-Wee Karou, Jumat, 6 Juli 2018.
Consuler Francisco M.C.P Jeronimo bersama Second Secretary Consulado Elisio Rosario Sousa dan staf bersilaturahim dengan Bupati Sumba Barat yang didampingi Kepala Bagian Humas Dan Protokol Setda Sumba Barat Hermanus Bili, S.IPem bertempat di Ruang Tamu Bupati Sumba Barat.

Kunjungan silaturahim ini sebagai rangkaian Festival 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat tanggal 7 Juli 2018 di Lapangan Manda Elu Waikabubak.
Consuler dan rombongan diterima Bupati Dapawole dalam suasana persahabatan, pertemuan kedua Pejabat berlangsung selama 45 menit dan berakhir dengan ditandai saling tukar Cindera Mata Selendang bertuliskan Timor Leste dari Consuler kepada Bupati Sumba Barat dan sebaliknya pemberian plakat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat kepada Consuler dan diabadikan dalam sesi photo bersama.

Dalam pertemuan silaturahim tersebut Bupati Dapawole memaparkan berbagai potensi Sumba Barat, teristimewah sektor tourism yang telah menjadi leading sektor dengan didukung oleh sektor pertanian, peternakan dan sektor perikanan.

Lebih jauh Dapawole kepada pejabat Timor Leste menjelaskan bahwa wilayah Selatan Kabupaten Sumba Barat dengan krakteristik pantai Selatan yang berhubungan langsung dengan Samudera Hindia, telah ditetapkan dan terus dikembangkan menjadi daerah pariwisata.

Masih menurut Bupati Dapawole saat ini sudah banyak investor baik PMA maupun PMDN yang sudah action membangun usaha khususnya sektor pariwisata.
Dapawole menjelaskan secara informatif, di Desa Hoba Wawi Kecamatan Wanu Kaka terdapat Nihi Sumba Resor yang secara berturut-turut terpilih menjadi Hotel Terbaik Dunia-the best Hotel in the worl tahun 2016 dan tahun 2017 versi Tribun Tourism Leisure. Dan yang luar biasa lagi, pada tahun 2018 pulau Sumba ditetapkan sebagai pulau Terindah di Asia, ini bagi kami adalah berkat Tuhan yang sangat luar biasa, tinggal bagaimana warga masyarakat memanfaatkan setiap kesempatan secara bijak untuk kesejateraan, kata Dapawole lagi.

Consuler Francisco secara tulus mengapresiasi alam pulau Sumba dan Sumba Barat khususnya,"perfect",kata Mr.Francisco. Orang Sumba penuh keramahan tidak berbeda jauh dengan orang Timor Leste walaupun kini sudah berbeda Negara,tapi sebagian besar orang Timor Leste masih berkerabat dengan orang Indonesia dan khususnya orang Timor Nusa Tenggara Timur,kita ini sangat dekat dan pasti akan terus dekat pada masa yang akan datang,kedua negara sudah sering membangun komunikasi antar lembaga pemerintah dan juga melalui pihak swasta,semuanya untuk membina hubungan persaudaraan dan hubungan bernegara yang saling menguntungkan "kata Francisco.

Consuler Franciso bernostalgia tentang Sumba Barat, "pada tahun 1995 silam saya pernah tinggal di Sumba Barat bersama Pater John Kota Sando,tepatnya di Puspas Katiku Loku Kecamatan Anakalang yang saat ini menjadi Kabupaten Sumba Tengah,saya suka berkeliling dengan sepeda motor bersama Pater John, kami datangi masyarakat di kampung dan mengobrol dan mereka sangat ramah dalam ikatan tradisi dan budaya Sumba dan kenangan itu masih terus terekam baik dalam memori saya dan hari ini kenangan itu kembali teringat.

Francisco menambahkan bahwa sekian dekade kemudian,hari ini Sumba Barat sudah berubah banyak,ini tentu berkat tangan dingin para pemimpin di Sumba Barat hingga Pak Bupati Dapawole yang saat ini memerintah bersama dengan Pak Toni sebagai Wakil Bupati"katanya.

Pada akhir pertemuan Consuler Tetap Republik Demokratik Timor Leste untuk Nusa Tenggara Timur di Kupang secara hormat demi persahabatan mengundang Bupati Dapawole untuk mengunjungi Timor Leste.

0 comments:

Post a Comment