Powered by Blogger.

Friday, July 6, 2018

Tag:

Sosialisasi Advokasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Sumba Barat

Wee Kerou, 06 Juli 2018, Humaspro Sumba Barat.

Sebagai wujud pembangunan kesehatan khususnya kepedulian pemerintah daerah untuk tumbuh kembang dan kesehatan anak Indonesia khususnya di Sumba Barat dan untuk pemberantasan penyakit campak pada ibu hamil dan anak usia balita di Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat diadakan Sosialisasi Advokasi  (MR)  Measles Rubella bertempat di Aula Rapat Kabupaten Sumba Barat (Kamis,5 Juli 2018)

Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole.
Dalam sambutannya Bupati Dapawole,menegaskan posisi dan prinsip Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhadap program pembangunan" bidang kesehatan sebagai urusan wajib pemerintah daerah sebagai pelayanan kebutuhan dasar masyarakat " tegas Dapawole.

Karena pentingnya program pemberantasan campak ini,maka adalah wajib bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat sebagai organ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang membantu Kepala Daerah dalam merumuskan garis-garis kebijakan program pembangunan kesehatan di Kabupaten Sumba Barat untuk membangun sinergitas lintas sektor agar advokasi Measles Rubella berjalan sukses dan anak-anak Sumba Barat terbebas dari ancaman penyakit campak"kata Dapawole
Lebih jauh Bupati Dapawole menegaskan agar para Camat dan Kepala Puskesmas dan Pustu se Kabupaten Sumba Barat pro aktif terhadap sosialisasi advokasi MR,para Camat diperintahkan agar memberikan atensi serius pada program ini,perintahkan seluruh Kepala Desa/Lurah di Kecamatan masing-masing untuk mengawal sosialisasi MR di Kabupaten Sumba Barat dan pastikan seluruh ibu hamil dan balita/anak di Sumba Barat akan terbebas dari Campak melalui keberhasilan sosialisasi pencegahan MR"tegas Dapawole

Selanjutnya Yosef Reko Ketua Panitia Sosialisasi Advokasi MR,kepada Humas Pro Sumba Barat memaparkan bahwa apabila penyakit Campak pada ibu hamil dan balita/anak tidak dicegah dan diberantas,akibatnya adalah anak mengalami kelumpuhan,cacat penglihatan,pendengaran dan mengganggu kecerdasan anak,kata Yosef.

Masih menurut Yosef,sosialiasi ini melibatkan banyak stake holders di daerah seperti,OPD,para dokter,pimpinan Rumah Sakit Pemerintah,Rumah Sakit Kristen Lende Moripa,para Kepala Puskesmas dan Puskesmas Pembantu,para Camat se Kabupaten Sumba Barat,kata Yosef menambahkan.
Sosialisasi Advokasi MR dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole,Ketua Komisi C DPRD Sumba Barat Amir Hamzah,S.Sos,Asisten Pemerintahan Dan Kesra pada Setda Sumba Barat M.P.Dua Widasay,S.IPem,pimpinan OPD,Camat Laboya Barat Daud Eda Bora,S.H, Direktur RSUD Waikabubak dr. Baringin Pasaribu ,Direktur RSK Lende Moripa Waikabubak dr. Loeta Lapoemoekoe , Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumba Barat Ny.Margaretha Rambu Podu-Dedi, para dokter, bidan, perawat .

0 comments:

Post a Comment