Powered by Blogger.

Wednesday, August 1, 2018

Tag:

363 Ekor Kuda, Meriahkan Lomba Pacuan Kuda di Sumba Barat Dalam Rangka HUT RI Ke - 73



Waikabubak, 01 Agustus 2018. Humaspro SB.

Sebanyak 363 ekor kuda dari berbagai kelas diikutkan dalam Lomba Pacuan Kuda dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 Tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat.
Pembukaan perlombaan pacuan kuda yang memperebutkan uang tunai lebih dari 57 juta rupiah dan tropy ini di buka langsung oleh Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, Rabu (01/08/2018) di Lapangan Gelora Pada Eweta.
Tampak hadir mengikuti pembukaan, Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni,SP, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Dandim 1613 Sumba Barat, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sumba Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si, para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, tamu undangan lainnya dan para pemilik maupun pecinta kuda.
Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada para pemilik kuda yang telah turut serta mengambil bagian dalam perlombaan pacuan kuda yang di selenggarakan oleh Pemda Sumba Barat ini.
Menurutnya, hal itu merupakan kontribusi yang berarti bagi upaya mewariskan pacuan kuda sebagai permainan/olah raga rakyat di Provinsi Nusa tenggara Timur khususnya di Kabupaten Sumba Barat.
“Pacuan kuda bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan khususnya bagi masyarakat Sumba Barat merupakan permainan rakyat dan olah raga sejak lama untuk melestarikan warisan leluhur, sebagai sarana meningkatkan minat masyarakat untuk memelihara kuda, pengembangan olah raga rakyat, serta sebagai event wisata” kata Bupati Dapawole
Pemerintah Daerah telah melakukan upaya-upaya proaktif untuk menyiapkan sarana dan prasarana penunjang demi pelaksanaan pacuan kuda hal itu disadari karena terjadi peningkatan minat peserta baik dari jumlah peserta maupun kualitas kuda yang ikut diperlombakan.
“melalui momentum ini saya harapkan agar minat memelihara kuda harus terus ditingkatkan, terutama kuda asli sumba, kuda Sandle, sehingga kualitas kuda juga semakin baik. Hal itu tentunya akan meningkatkan jumlah kepemilikan kuda sehingga dapat mempertahankan Sumba sebagai gudang kuda nasional.” Pesan Bupati Dapawole.
Bupati Dapawole juga menegaskan kepada panitia dalam melaksanakan tugas harus professional dimulai dari proses pengukuran kuda, pembagian kelas, sampai dengan final/juara. Bupati berpesan panitia diharapkan jangan menjadi sumber permasalahan, tetapi dapat memberikan pelayanan terbaik.
“terkahir saya berpesan, agar pemilik kuda untuk siap menerima kekalahan maupun kemenangan. Karena kalah atau menang dalam perlombaan merupakan kelaziman yang harus diterima secara sportif dan dengan jiwa besar” ungkap Bupati Dapawole mengakhiri sambutannya.

0 comments:

Post a Comment